Solusi Dari 10 Penyebab Ban Motor Pecah Saat Kamu Lagi Berkendara

Diposting pada

Semangat pagi dan welcome di blog gue yang terkeren, terkece, terampuh dan ter ter ter πŸ™‚

Heh, guyonan recehan gitu dipake ??

Answer : terserah gue, ini blog punya gue, yang nulis artikel gue. Masalah buat loe?

Hehehehe (ampun om ampun) πŸ™‚

Udahlah kita ke pointnya aja yaitu ban motor pecah, belum lama ini (kira-kira 3 minggu yang lalu) gue ngalamin ban motor pecah pas lagi enak-enaknya jalan pakai motor.

Gue rasa hampir semua bikers pernah ngalamin ban pecah ya (not for tubeless)

solusi dan sebab ban motor pecah

Kita juga perlu untuk memperhatikan beberapa faktor yang bisa jadi penyebab ban pecah saat berkendara, diantaranya yaitu :

  1. Ukuran Ban Tidak Sesuai Dengan Velg Motor

    Kalo ini ya jelas dong bro, misal lo pakai velg ban yang kecil tapi ban motor lo besar atau sebaliknya. Kan ini lucu, kekuatan antara velg dan ban tidak akan seimbang alias lebih besar salah satunya.
    Kalau seperti ini ya tinggal nunggu waktu aja ban motor pecah saat berkendara atau kalau tidak pecah ya cepat terkikis bannya, ban motor benjolΒ dan retak.
    Solusinya gunakan ukuran ban dan velg yang sesuai dan disarankan juga untuk sesuai dengan ukuran motor.
    Kalo motor gede ya nggak mungkinlah pakai velg dan ban yang kecil. Iya kan?

  2. Ban Motor Sering Kena Lubang Di Jalan

    Kalau semua komponen motor sudah sesuai standar maka sebenarnya tidak akan ada masalah yang berarti.
    Makanya kita perlu untuk memperhatikan saat berkendara dengan menghindari lubang dijalan. Masalah lubang juga bisa membuat ban pecah. Kenapa bisa demikian?
    Apabila ban sering menghantam lubang maka shock motor juga akan berkurang usia ekonomisnya karena seringnya hentakan ban ke lubang. Benturan yang keras antara ban dan lubang bisa membuat kawan di dalam ban menjadi rusak.
    Kalau kendaraan melaju dengan cepat maka potensi pecah ban akan besar, ini karena kawat yang berfungsi melindungi dinding dan permukaan ban tak berfungsi maksimal.
    Maka dari itu ban motor bisa terkoyak saat adanya gesekan ban dengan jalan berlubang. Apalagi kalau tekanan angin ban kurang.

  3. Jenis Ban Tak Sesuai

    Semakin lama usia ekonomis ban itu tergantung dari jenis ban dan seperti apa medan yang dilalui, kalau kita membeli ban motor yang ukurannya kecil tapi medan yang dilalui itu jauh dan jalannya tak rata maka bisa dipastikanlah. Ganti lagi ban motor yang baru,hehehe
    Intinya gunakan ban sesuai kebutuhan dan standar pabrikan.

  4. Ban Sudah Expired

    Loh, kok ban bisa kadaluarsa ya min?
    Ya bisalah, masak ban motor yang usianya sudah 100 tahun bisa loe pakai di motor lo sekarang? Pastinya ban tersebut udah keras, getas dan kering.
    Pada umumnya tanggal produksi ban ada di sisi samping ban itu sendiri. Kebanyakan sih ada 5-8 digit dan kalau standar internasional cuma 4 digit saja.
    Kalau 4 digit maka 2 digit pertama merupakan minggu pembuatan, sedangkan sisanya adalah tahun produksinya. Contoh : 2115 (artinya ini dibuat pada minggu ke 21 di tahun 2015).
    Yang gue tahu sih usia ekonomis idealnya sampai 6 tahun dari tanggal produksi.

  5. Hasil Tambal Ban Yang Nggak Pas

    Memang ketika kita lagi galamin pecahban terus kita tambal, jarang sekali kita memperhatikan hasil tambalan tersebut.
    Apakah itu sudah benar tepat di lubang yang bocor atau tidak. Bisa jadi hasil tambalan tersebut kurang pas, jadi di keesokan harinysa bisa saja kita lagi berkendara lalu tiba-tiba ban pecah lagi.

  6. Ada Kerikil Di Batik Ban

    Nggak jarang ada kerikil di sela-sela ukiran batik ban yang terjepit disana, kalau kita nggak teliti bisa saja kerikil tersebut semakin lama berada disana.
    Dan seringnya kita bepergian menggunakan motor kita maka kerikil itu bisa mencoblos ban sampai ke ban dalam dan akhirnya bisa pecah atau ngerembes.

  7. Tidak Menggunakan Angin Nitrogen

    Ya jelas beda antara angin nitrogen dan angin biasa. Kalau angin biasa ini bisa dengan mudah beraksi terhadap lingkungan, apalagi di dalam angin biasa ada beberapa gas dan zat yang ada.
    Apabila motor melaju dengan cepat dan kondisi jalan yang panas maka angin di dalam ban akan mudah bereaksi panas juga, lebih-lebih ada gas selain oksigen di dalamnya. Ini bisa mengakibatkan ban pecah.
    Gunakanlah gas nitrogen yang apabila di lingkungan panas maka efeknya akan sedikit mempengaruhi suhu angin nitrogen di dalam ban, suhunya masih dikategorikan normal dan cepat dingin.

  8. Beli Ban Yang Murahan

    Ya kalau kata orang jawa β€œrego nggowo rupo” artinya ada harga ada kualitas. Kalau kita beli ban yang murahan pastinya kualitasnya akan sangat jelek.

    Artikel terkait : Jawaban dari pertanyaan mengapa ban motoGP halus

  9. Ban Kena Paku Di Jalan

    Ya iyalah bro, masak iya ban motor kena paku nggak pecah. Minimal anginnya keluar dikit-dikit lalu kempes.

  10. Kuasa Tuhan

    Kalau dari semua yang gue jelasin di atas bukan penyebabnya ya gue rasa cuma tuhan yang tahu,wkwkwkwkw (peace)

Baca juga :